Untuk menjadi penulis yang baik, tentu anda harus memperhatikan beberapa hal bagaimana penulis itu dikatakan baik?. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang umum bagi penulis pemula.

Penulis yang baik tentu menghasilkan tulisan yang baik pula sehingga tulisannya selalu dibaca oleh orang lain.

Pembaca merupakan kunci utama bagi penulis. Pembacalah yang menentukan tulisan kita baik atau tidak.

Jika tulisan anda baik, maka tulisan anda akan dicari dan dibaca oleh banyak orang. Agar tulisan anda bisa dibaca oleh orang lain maka anda perlu memperhatikan hal berikut ini:

1. Apa Yang Dibutuhkan Oleh Pembaca.

Tulis apa saja ynag terkait tentang pembaca anda. Misal jika anda ingin menulis untuk anak-anak, tulislah artikel tentang apa yang disukai anak-anak, misal mainan, atau film kartun.

2. Perbaharui Tulisan Anda.
Setiap hari sesuatu yang baru terjadi diluar sana entah itu tentang telnologi, fashion, entertainment, sains atau yang lainnya. Mengapa anda tidak mencoba untuk menulis sesuatu yang baru tersebut. Orang lain akan lebih menyukai tulisan yang uptodate daripada tulisan yang basi.

3. Baca Tulisan Orang Lain.

Kadang-kdang kita merasa tulisan kita lebih baik daripada tulisan orang lain. Tapi pembaca belum tentu berfikiran seperti itu. Kita juga perlu membaca tulisan orang lain untuk mencari referensi untuk menulis.
Jika anda menemukan kelemahan tulisan orang lain maka anda bisa mencatatnya atau mengingatnya agar anda bisa lebih berhati-hati dalam menulis.

Tips yang saya berikan di atas merupakan bagian kecil dari tips untuk menjadi penulis yang baik. Perkayalah referensi anda karena ilmu itu tidak ada batasnya. Jika anda masih punya tips lain atau anda sudah puas dari tips yang saya berikan ini, e-mail saya ke kharis.sulistiyono@gmail.com.

DOOR DUISTERNIS TOT LICTH
Dengan alasan menebus kesalahan karena telah membujuk Kartini untuk melepaskan izin yang dipegangnya untuk belajar di Belanda, sampai akhirnya Kartini wafat, Abendanon (seorang warga Belanda) berusaha melaksanakan cita-cita Kartini dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk para gadis di Jawa.
Selain itu Abendanon juga berniat menerbitkan surat-surat Kartini sebagai penghargaan tertinggi untuk beliau. Ia berkeyakinan akan mendapatkan dana cukup banyak dari penerbitan buku tersebut untuk membangun sekolah-sekolah untuk para gadis di Jawa. Surat-surat yang ditulis dalam bahasa Belanda yang indah menawan oleh seorang wanita muda berkulit coklat dari keluarga ningrat Jawa. Dapat dipastikan akan menarik banyak simpati masyarakat Belanda. Apalagi bahasanya begitu lembut, santun, penuh perasaan dan menyentuh lubuk hati paling dalam.
Maka bertepatan dengan hari lahir R.A Kartini, 21 April 1911 buku “Door Duisternis Tot Licht” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang” terbit untuk kali pertamanya. Masyarakat Belanda-pun menyambut baik terbitnya buku tersebut, terbukti cetakan pertama terjual habis dan menjadi “best seller”. Buku DDTL juga disambut hangat oleh masyarakat Indonesia di Belanda, terutama kalangan mahasiswa yang terhimpun dalam perkumpulan “De Indische Vereeniging”.
Masyarakat Belanda kagum membaca pikiran-pikiran seorang wanita bangsa bumiputra ditulis dalam bahasa Belanda yang indah, dan terharu membaca tragik kematian putri kita. Mereka terbuka matanya oleh ungkapan-ungkapan tentang masyarakat feodal dan tingkah laku orang-orang Belanda kolonial di Indonesia.
Tidak disangsikan bahwa dengan menerbitkan buku DDTL itu Mr. Abendanon berjasa besar terhadap Indonesia. Karena DDTL itu, maka kita sekarang dapat mengetahui seutuhnya perjuangan Kartini serta kehidupannya mulai dari masih di sekolah sampai wafat. Andai kata DDTL tidak diterbitkan, surat-surat itu mungkin hilang dan kita tidak akan mengenal Kartini seperti sekarang. Sudah pada tempatnya kita bangsa Indonesia berterima kasih kepada Mr. Abendanon atas jasanya itu. Ia sungguh-sungguh telah berjasa keras dan dengan penuh cinta untuk buku itu. Cinta dan hormatnya kepada Kartini terasa benar jika kita membaca Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).



Global warming, global warming and global warming siapa yang tak ngeri mendengar istilah global warming. Mungkin yang terlintas di benak anda saat mendengar istilah pasti tidak hanya keadaan bumi yang panas tapi juga dampaknya yang sangat mengerikan antara lain mencairnya es di kutub yang menyebabkan banjir di pesisir pantai, perubahan iklim yang tidak tentu, banjir, kekeringan dan becana alam lainnya.
Salah satu penyebab global warming yaitu disebabkan oleh menumpuknya kadar CO2 di udara akibat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak tanah, bensin, dan solar.
Laju penumpukan CO2 di udara tidak mungkin kita hentikan karena setiap kegiatan manusia membutuhkan energi (bahan bakar) seperti contoh pada saat kita berangkat kerja atau pergi ke sekolah dengan angkutan umum atau sepeda motor, memasak, proses produksi di sebuah pabrik dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.
Kita sebagai pengguna bahan bakar hanya bisa menghambat laju penumpukan CO2 di udara dengan cara mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar konvensional (fosil) serta mereduksi CO2 yang telah diproduksi. Salah satu cara untuk melakukan semua itu adalah dengan cara mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mulai menggunakan bahan bakar nabati (bio fuel), menanam pohon di pusat-pusat kota/sekitar pabrik, memelihara hutan dan mereboisasi hutan.
Sebagaimana telah kita ketahui pada saat kita belajar di Sekolah Dasar bahwa tanaman membutuhkan CO2 dan mineral serta dengan bantuan sinar matahari untuk dijadikannya sebagai bahan makanan dan menghasilkan oksigen.


LKS (Lomba Kompetensi Siswa) yang diadakan setiap tahun guna meningkatkan kompetensi pelajar SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). LKS-Jateng 2008 merupaka lomba dalam tingkat provinsi yang mempertemukan siswa terbaik perwakilan kabupaten setempat yang kemudian disaring dan menghasilkan satu siswa terbaik uang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba LKS tingkat nasional.

Salah satu mata lomba yang menarik dan sangat berbobot adalah Debat Berbahasa Inggris atau dalam bahasa Inggrisnya yaitu English Debate Competition . Untuk tahun ini peserta lomba yang satu ini cukup banyak yaitu 30 peserta berasal dari perwakilan masing-masing kabupaten se-Jawa Tengah.

English Debate Competition 2008 yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 Februari di kota Purwokerto ini dijuarai oleh Semarang Kota sebagai juara I, Kabupaten Purwokerto sebagai juara II dan Kabupaten Sragen sebagai juara III.