DOOR DUISTERNIS TOT LICTH
Dengan alasan menebus kesalahan karena telah membujuk Kartini untuk melepaskan izin yang dipegangnya untuk belajar di Belanda, sampai akhirnya Kartini wafat, Abendanon (seorang warga Belanda) berusaha melaksanakan cita-cita Kartini dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk para gadis di Jawa.
Selain itu Abendanon juga berniat menerbitkan surat-surat Kartini sebagai penghargaan tertinggi untuk beliau. Ia berkeyakinan akan mendapatkan dana cukup banyak dari penerbitan buku tersebut untuk membangun sekolah-sekolah untuk para gadis di Jawa. Surat-surat yang ditulis dalam bahasa Belanda yang indah menawan oleh seorang wanita muda berkulit coklat dari keluarga ningrat Jawa. Dapat dipastikan akan menarik banyak simpati masyarakat Belanda. Apalagi bahasanya begitu lembut, santun, penuh perasaan dan menyentuh lubuk hati paling dalam.
Maka bertepatan dengan hari lahir R.A Kartini, 21 April 1911 buku “Door Duisternis Tot Licht” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang” terbit untuk kali pertamanya. Masyarakat Belanda-pun menyambut baik terbitnya buku tersebut, terbukti cetakan pertama terjual habis dan menjadi “best seller”. Buku DDTL juga disambut hangat oleh masyarakat Indonesia di Belanda, terutama kalangan mahasiswa yang terhimpun dalam perkumpulan “De Indische Vereeniging”.
Masyarakat Belanda kagum membaca pikiran-pikiran seorang wanita bangsa bumiputra ditulis dalam bahasa Belanda yang indah, dan terharu membaca tragik kematian putri kita. Mereka terbuka matanya oleh ungkapan-ungkapan tentang masyarakat feodal dan tingkah laku orang-orang Belanda kolonial di Indonesia.
Tidak disangsikan bahwa dengan menerbitkan buku DDTL itu Mr. Abendanon berjasa besar terhadap Indonesia. Karena DDTL itu, maka kita sekarang dapat mengetahui seutuhnya perjuangan Kartini serta kehidupannya mulai dari masih di sekolah sampai wafat. Andai kata DDTL tidak diterbitkan, surat-surat itu mungkin hilang dan kita tidak akan mengenal Kartini seperti sekarang. Sudah pada tempatnya kita bangsa Indonesia berterima kasih kepada Mr. Abendanon atas jasanya itu. Ia sungguh-sungguh telah berjasa keras dan dengan penuh cinta untuk buku itu. Cinta dan hormatnya kepada Kartini terasa benar jika kita membaca Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar
Posting Komentar